Farmasi UNHAS laksanakan kegiatan Seminar Internasional bertajuk Biosains dan Pengembangan Obat

Makassar, 7-8 November 2019. Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin kembali menggelar seminar internasional di kota Makassar seperti tahun-tahun sebelumnya. Kali ini seminar internasional yang dilaksanakan bertajuk Pengembangan Obat (termasuk bahan obat dan obat tradisional yang bersumber dari tanaman) serta topik -topik lain yang terkait dengan biosains. Lebih spesifik, kegiatan ini diberi nama International Seminar on Biosciences and Drug Discoveries (ISBDD) 2019 yang berlangsung selama dua hari (7-8 November 2019) di Hotel Novotel Makassar.

Seminar ini dibuka oleh Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Dwia Aries Tini Pulubuhu, MA didampingi oleh jajaran pimpinan Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin. Dalam kesempatan ini Rektor Unhas mengapresiasi segenap civitas akademika maupun peserta yang turut berpartisipasi dalam mensuksekan kegatan ini. Dekan Fakultas Farmasi UNHAS Prof. Dr. Gemini Alam, M.Si., Apt. juga menyampaikan sambutannya kepada seluruh peserta yang hadir sekaligus menyampaikan bahwa program ini merupakan program tahunan yang diharapkan mampu mewadahi peneliti maupun praktisi di bidang Farmasi yang ingin terus menerus mengembangkan keilmuannya. Ketua Panitia ISBDD 2019, Muhammad Aswad, Ph.D mengemukakan bahwa kegiatan yang bertema biosains dan pengembangan obat ini diharapkan mampu menghadirkan informasi-informasi terkini di bidang ilmu kefarmasian khusunya di bidang pengembangan obat.

Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 250 orang peserta yang berasal dari berbagai kalangan. Peserta berasal dari antara lain praktisi dari profesi apoteker, akademisi dari berbagai universitas, mahasiswa maupun kalangan umum. Dalam kegiatan ini pula diundang pemateri maupun peserta dari beberapa negara seperti Jepang, Australia, Malaysia serta Korea Selatan. Pemateri-pemateri yang diundang di antaranya, Dr. Hiroshi Tomoda, Ph.D (dari Kitasato University, JAPAN), Habibah A. Wahab (Universiti Sains Malaysia, MALAYSIA), Jalipah Latip (Universiti Kebangsaan Malaysia, MALAYSIA), Chris Alderman (Repatriation General Hospital, AUSTRALIA) serta Muhammad Aswad (Universitas Hasanuddin, INDONESIA).

Seminar yang dilaksanakan selama dua hari ini juga terdiri dari beberapa sesi presentasi, diantaranya parallel session untuk presenter oral serta poster presentation bagi peserta yang mempresentasikan hasil penelitiannya dalam bentuk poster. Seminar ini juga dirangkaikan dengan sejumlah kegiatan seperti workshop fitokimia dan workshop farmasi klinik yang ditujukan bagi peneliti maupun praktisi (simak beritanya). Oleh sebab itu, diharapkan dengan berbagai kegiatan yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat.

 

You May Also Like