WR IV Unhas: Dengan Kolaborasi, Kita akan Menjadi Besar

Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman (FIKes Unsoed) melakukan kunjungan ke Universitas Hasanuddin. Sebagai host dalam kunjungan ini adalah Fakultas Farmasi Unhas. Kunjungan ini terangkai dengan Workshop Penguatan Kelembagaan dan Kerjasama. Acara dibuka secara resmi pada pukul 09.00 oleh Wakil Rektor IV Unhas Bidang Inovasi dan Kemitraan, Prof. Dr. dr. Budu, Sp.M.

Prof. Dr. dr. Budu, Sp.M. sedang menyampaikan materinya di hadapan peserta Workshop Penguatan Kelembagaan dan Kerjasama (18/11)
Prof. Dr. dr. Budu, Sp.M. sedang menyampaikan materinya di hadapan peserta Workshop Penguatan Kelembagaan dan Kerjasama (18/11)

Setelah membuka kegiatan, WR IV Unhas melanjutkan presentasinya yang diberi judul “University Partnership: UNHAS Experiences“. Di awal presentasinya, mantan Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran ini memperkenalkan struktur organisasi di bidang Inovasi dan Kerjasama. Beliau menyampaikan bahwa di bawah WR IV terdapat 2 direktorat yaitu 1) Direktorat Kemitraan Internasional dan 2) Direktorat Bidang Pengembangan Riset dan Inovasi. Untuk membantu kerja direktorat, maka terdapat pula 2 kantor yaitu Kantor Urusan Internasional dan Kantor Urusan Regional yang masih bersifat ad-hoc.

Selanjutnya, beliau mempresentasikan berbagai jenis kerjasama yang telah dijajaki Unhas baik kerjasama nasional maupun internasional. Per 2016, total negara mitra dari Unhas berjumlah 21 negara dimana Jepang menjadi negara terbanyak yang memiliki Memorandum of Understanding (MoU) dengan Unhas. Adapun jumlah MoU dengan institusi internasional berjumlah 66 MoU.

Beliau juga mempresentasikan kerjasama yang dibangun dalam bentuk pemberian beasiswa kepada para mahasiswa. Menurut data, 4.063 mahasiswa menjadi penerima beasiswa dari pemerintah daerah, 3.764 mahasiswa mendapatkan beasiswa dari pemerintah pusat, 118 mahasiswa memperoleh beasiswa yang disiapkan yayasan/swasta dan 84 mahasiswa menjadi penerima beasiswa yang diberikan oleh lembaga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Selanjutnya, Prof. Budu, begitu biasanya beliau disapa, memberikan contoh kerjasama dengan skema ABCG (Academic, Bussiness, Community dan Government). Salah satu contohnya adalah Maiwa Bredding Center yang melibatkan Unhas, pemerintah Kabupaten Enrekang, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dan Kementerian Pekerjaan Umum.

Beliau juga mencontohkan kerjasama skema ABCG yaitu Industrialisasi Garam Rakyat. Kerjasama ini melibatkan Unhas, BPPT dan Pemerintah Kabupaten Jeneponto.

Sebelum mengakhiri presentasinya, dokter spesialis mata ini menyampaikan secara singkat Kinerja Unhas Hingga 2016. Salah satu data kinerja yang disampaikan adalah jumlah publikasi ter-indeks Scopus yang setiap tahun mengalami peningkatan. Pada tahun 2016, jumlah publikasi ter-indeks Scopus sebanyak 934 publikasi, sedangkan pada tahun 2015, jumlah publikasi ter-indeks Scopus berjumlah 734.

Data kinerja lain yang disampaikan adalah peringkat Unhas berdasarkan Webometrics yang menunjukkan tren perbaikan. Pada bulan Juli 2015, posisi Unhas berada pada peringkat ke 17 se-Indonesia. Pada Januari 2016, posisi ini berubah menjadi 12 dan pada Juli 2016, Unhas naik kembali menjadi posisi 11.

Aktivitas kinerja yang positif ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi antara seluruh pihak baik yang ada di internal maupun eksternal Unhas.  “Saya lebih menyukai kolaborasi dibandingkan kompetisi. Dengan kolaborasi, kita akan menjadi besar,” tutupnya.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seven − 4 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.