UNHAS Perpanjang Kerjasama dengan Pemerintah Kota Tarakan, Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin Turut Andil

Makassar, 28 September 2025 – Pemerintah Kota Tarakan, Kalimantan Utara, secara resmi memperpanjang kerja sama strategis dengan Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar melalui penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PK) khusus dengan Fakultas Farmasi UNHAS. Penandatanganan ini merupakan kelanjutan dari Memorandum of Understanding (MoU) yang lebih luas antara Pemkot Tarakan dan UNHAS di berbagai bidang. Acara berlangsung di Kampus UNHAS Tamalanrea, Makassar, pada 17 September 2025, dan dihadiri oleh Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., Rektor UNHAS, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., serta Dekan Fakultas Farmasi UNHAS, Abdul Rahim, S.Si, M.Si, PhD, Apt.

Kerjasama difokuskan pada penguatan sektor kesehatan, termasuk peningkatan kualitas pelayanan farmasi, kemampuan SDM tenaga kesehatan, dan tata kelola obat-obatan di wilayah perbatasan. Kerjasama mencakup pelatihan apoteker dan tenaga farmasi, penelitian obat berbasis sumber daya alam lokal Kalimantan Utara, pengembangan kurikulum adaptif, serta dukungan program akselerasi pemenuhan tenaga dokter spesialis dari Kementerian Kesehatan. Pada kesempatan yang sama, Pemkot Tarakan juga menandatangani MoU baru dengan Kementerian Kesehatan untuk memperkuat komitmen bersama dalam menghadapi isu kesehatan global di daerah terpencil.

Dalam tayangan, Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., menekankan manfaat kolaborasi ini bagi masyarakat setempat. “Perpanjangan MoU dengan UNHAS, terutama Fakultas Farmasi, akan meningkatkan efisiensi pengelolaan obat dan pelatihan SDM kesehatan kami. Ini mendukung visi Tarakan sebagai kota sehat dan mandiri di Kalimantan Utara,” ujarnya saat menandatangani dokumen di hadapan Rektor UNHAS.

Dekan Fakultas Farmasi UNHAS, Abdul Rahim, S.Si, M.Si, PhD, Apt., yang turut menandatangani PK, menyatakan antusiasme atas peluang kerjasama baik di bidang pendidikan, penelitian maupun pengabdian masyarakat. “Kolaborasi ini memungkinkan mahasiswa dan dosen kami berkontribusi langsung di Tarakan, khususnya dalam inovasi obat herbal dari biodiversitas lokal. Kami berkomitmen berbagi keahlian farmasi klinis dan farmakognosi untuk SDM farmasi yang lebih kompetitif,” tambahnya.

Rektor UNHAS, Prof. Jamaluddin Jompa, M.Sc., menyoroti sinergi ini sebagai bagian dari visi UNHAS berbasis riset untuk pembangunan daerah. “Perpanjangan ini memperkuat jaringan UNHAS di Indonesia Timur, dengan fokus pada kesehatan berkelanjutan di wilayah perbatasan,” tutur beliau.

FF UNHAS terus memperluas kerjasama serupa dengan pemerintah daerah di Indonesia Timur, mendukung posisinya sebagai pusat unggulan pendidikan farmasi. Perpanjangan ini diharapkan mempercepat transfer teknologi kesehatan ke daerah terdepan.