Program Studi Profesi Apoteker
Visi
“Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker yang unggul dan mandiri berbasis Benua Maritim Indonesia dalam menghasilkan apoteker yang professional”
Misi
- Menyelenggarakan pendidikan profesi apoteker yang professional, inovatif, dan berkualitas tinggi.
- Berperan aktif dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
- Menghasilkan apoteker yang adaptif, tangguh, berintegritas, dan berdaya saing.
- Mewujudkan sumber daya yang tangguh dan kompetitif.
Tujuan
- Meningkatkan mutu dan inovasi penyelenggaraan Pendidikan Profesi Apoteker.
- Mengakselerasi penyeleseian isu kefarmasian yang berdampak pada perbaikan pelayanan kesehatan.
- Meningkatkan kualitas lulusan dan reputasi alumni apoteker.
- Meningkatkan kualitas kinerja dosen dan tenaga kependidikan.
Keunggulan
Pendidikan Profesi Apoteker menghasilkan lulusan yang mampu melakukan praktik kefarmasian profesional berbasis benua maritim indonesia.
SPESIFIKASI PROGRAM STUDI
|
Nama program studi |
Program Studi Profesi Apoteker |
|
Institusi |
Universitas Hasanuddin |
|
Alamat |
Jl. Perintis Kemerdekaan KM. 10 Tamalanrea, Makassar, Sulawesi Selatan 90245. |
|
Kontak |
Telp: (0411) 588556 Fax: (0411) 590663 |
|
Level kualifikasi |
Level 7 |
|
Gelar |
apt. dengan penulisan gelar di depan nama |
|
Akreditasi |
Unggul (berdasarkan SK LAM-PTKes No. 0314/LAM-PTKes/Akr/Pro/III/20) |
|
Jumlah kredit |
39 sks |
|
Jumlah kredit persemester |
19-20 sks |
|
Lama studi |
2 semester |
|
Bahasa pengantar |
Bahasa Indonesia |
|
Peluang kerja |
Dosen/Peneliti, praktisi di sektor Industri Farmasi (termasuk BUMN dan Swasta), praktisi di sektor pelayanan farmasi klinik di rumah sakit dan komunitas, unsur pemerintahan dan Lembaga Non-pemerintahan (seperti BPOM, BNN, BATAN dll.) serta wirausaha. |
1. Care giver (pemberi layanan)
Mampu memberikan pelayanan kefarmasian kepada pasien, berinteraksi secara langsung, meliputi pelayanan klinik, analitik, teknik, sesuai dengan peraturan yang berlaku
2. Leader (pemimpin)
Mampu menjadi pemimpin dalam memastikan terapi berjalan dengan aman, efektif dan rasional.
3. Decision-maker (pembuat keputusan)
Mampu menetapkan/menentukan keputusan terkait pekerjaan kefarmasian.
4. Manager (manager)
Mampu mengelola sumber daya (SDM, fisik dan keuangan ), dan informasi secara efektif.
5. Teacher (pengajar)
Mampu mendidik generasi selanjutnya, baik secara real menjadi guru maupun dosen, ataupun sebagai seorang farmasis yang mendidik dan menyampaikan informasi kepada masyarakat dan tenaga kesehatan lainnya yang membutuhkan informasi.
6. Communicator (komunikator)
Mampu berkomunikasi yang baik sehingga pelayanan kefarmasian dan interaksi antar tenaga berjalan dengan baik
7. Life-long learner (pembelajar sepanjang masa)
Memiliki semangat belajar sepanjang waktu, karena informasi/ilmu kesehatan terutama farmasi (obat, penyakit dan terapi) berkembang dengan pesat, sehingga kita perlu mengupdate pengetahuan dan kemampuan.
8. Researcher (peneliti)
Mampu menggunakan sesuatu secara ilmiah sehingga efektif dalam menyampaikan penggunaan obat yang rasional. Selain itu mampu menemukan dan mengembangkan obat obatan yang lebih baik.
9. Professional responsibilities (bertanggung jawab secara profesional)
Mampu mengembangkan kemandirian serta membantu mensejahterakan masyarakat
Attitude | ILO1 | Uphold human values and nationalism in carrying out their duties based on Pancasila |
ILO2 | Show independence, discipline and responsibility towards their work and social sensitivity to improve the community’s quality of life | |
Knowledge/ Understanding | ILO3 | Comprehend the drug discovery process from natural compound isolation or chemical synthesis to the pharmacological and toxicological assay stage. |
ILO4 | Integrate science and technology in designing drug formulations according to Good Manufacturing Practices to produce good-quality pharmaceutical products. | |
ILO5 | Evaluate the appropriate drug, food, and cosmetic analysis techniques to guarantee the quality of the raw materials and products | |
ILO6 | Assess the rationale of therapy, pathophysiology, and clinical manifestations of high-prevalence diseases. | |
Skills | ILO7 | Contribute to the development of science and technology in pharmaceutical sciences through research to produce creative, applicable, and original scientific papers that gain national and international recognition. |
ILO8 | Contribute to problem-solving related to pharmaceutical science and technology | |
ILO9 | Accomplish fundamental and applied research in pharmaceutical sciences by using science and technology to produce scientific papers | |
ILO10 | Establish collaboration with other local, national, and international scientists to promote pharmaceutical science and technology. | |
ILO11 | Contribute to the establishment of institutional, regional, and national pharmaceutical policies. | |
Competence | ILO12 | Produce creative and innovative scientific work based on the concept of the maritime continent. |
Kurikulum Program Studi Profesi Apoteker
Click here to view available courses
Distribusi Mata Kuliah Per Semester
No. | Mata kuliah Semester 1 | SKS | No. | Mata Kuliah Semester 2 | SKS |
1. | Farmasi Industri* | 2 | 1. | Farmakoterapi Terapan* | 2 |
2. | Compounding and Dispensing* | 2 | 2. | Farmasi Rumah Sakit* | 2 |
3. | Swamedikasi* | 2 | 3. | Pelayanan Kefarmasian* | 2 |
4. | Manajemen Farmasi* | 2 | 4. | Interaksi Obat* | 2 |
5. | Komunikasi dan Konseling* | 2 | 5. | Farmasi Klinik* | 2 |
PKPA | 6. | Penalaran Kompetensi Kefarmasian | 2 | ||
6. | Perapotekan | 4 | 7. | Ujian Komprehensif | 1 |
7. | Industri | 4 | PKPA | ||
8. | Distribusi | 2 | 8. | Farmasi Rumah Sakit | 4 |
9. | Pemerintahan | 2 | |||
Total SKS | 20 | Total SKS | 19 | ||
*Perkuliahan diberikan dalam bentuk pembekalan PKPA yang dilaksanakan secara efektif 4-6 minggu.