Makassar — Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin kembali mencatatkan capaian membanggakan dengan lolosnya sejumlah dosen dalam pendanaan Hibah BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2026.
Berdasarkan pengumuman resminya, dosen Fakultas Farmasi yang berhasil memperoleh pendanaan beserta skema hibahnya adalah:
- Prof. Andi Dian Permana, S.Si., Apt., M.Si., Ph.D. – Skema PPS-PDD
- Prof. Subehan, S.Si., M.Pharm.Sc., Ph.D., Apt. – Skema PPS-PDD
- Achmad Himawan, S.Si., Apt., M.Si., Ph.D. – Skema PPS-PTM (2 judul penelitian)
- Rina Agustina, S.Si., M.Pharm.Sc., Ph.D., Apt. – Skema PPS-PTM
- Apt. Frederika Tangdi Lintin, S.Si., M.Si. – Skema PDP (Dosen Pemula)





Para dosen tersebut mengusung berbagai topik penelitian strategis di bidang farmasi, meliputi pengembangan obat berbasis bahan alam, inovasi sistem penghantaran obat modern, hingga bioteknologi farmasi. Beberapa riset unggulan mencakup pengembangan microneedle untuk terapi luka diabetes, eksplorasi senyawa anti-osteoartritis dari daun matoa, serta inovasi bioreaktor untuk produksi metabolit mikroorganisme.
Keberhasilan ini menunjukkan kapasitas riset dosen Fakultas Farmasi Unhas yang semakin kompetitif dalam meraih pendanaan nasional. Program Hibah BIMA sendiri merupakan salah satu instrumen utama pemerintah dalam mendorong peningkatan kualitas penelitian, inovasi, serta hilirisasi hasil riset di perguruan tinggi.
Dengan capaian ini, diharapkan para dosen penerima hibah dapat menghasilkan luaran yang berdampak nyata, baik dalam bentuk publikasi ilmiah, paten, maupun produk inovatif yang dapat dimanfaatkan dalam bidang kesehatan dan industri farmasi di Indonesia.


