Makassar, 29 April 2026 – Dalam rangka mendukung program “Unhas Sehat” yang digagas Universitas Hasanuddin (UNHAS), seluruh dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan Fakultas Farmasi UNHAS (FFUH) secara serentak mengikuti medical check up (MCU) rutin pada Selasa, 28 April 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi dini berbagai gangguan kesehatan sekaligus menjaga produktivitas sivitas akademika dalam menjalankan tri dharma perguruan tinggi.
Medical check up yang diselenggarakan oleh Rumah Sakit UNHAS sebagai fasilitator utama ini merupakan bagian dari komitmen universitas untuk meningkatkan kesejahteraan dosen dan staf melalui layanan medis yang berkualitas dan mudah diakses . Program ini tidak hanya menekankan pentingnya pencegahan penyakit, tetapi juga memberikan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin dan berkelanjutan bagi seluruh staf akademik dan administratif di lingkungan UNHAS .
Para dosen dan staf Fakultas Farmasi tampak antusias mengikuti rangkaian pemeriksaan yang meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, pemeriksaan tekanan darah, pengambilan sampel darah dan urin, serta pemeriksaan penunjang lainnya . Layanan yang diberikan mencakup aspek fisik sekaligus mental, termasuk tes MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory) untuk memetakan kondisi psikologis peserta .
Wakil Dekan Bidang Perencanaan dan Sumber Daya FFUH menyampaikan bahwa partisipasi aktif civitas akademika fakultas dalam program MCU ini menunjukkan tumbuhnya kesadaran akan pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala.
“Kami sangat mengapresiasi program Unhas Sehat yang memudahkan dosen dan staf untuk memeriksakan kesehatannya. Dengan lokasi pemeriksaan yang dihadirkan langsung ke fakultas, akses menjadi lebih mudah dan partisipasi pun semakin tinggi. Semakin sadar bahwa kita semua memang butuh medical check up secara rutin,” ujarnya mencontohkan pernyataan serupa dari pelaksana program di fakultas lain .
Dekan Fakultas Farmasi UNHAS, apt. Abdul Rahim, S.Si., M.Si., Ph.D., dalam kesempatan terpisah menegaskan bahwa kesehatan dosen dan staf merupakan investasi penting bagi kemajuan fakultas.
“Dosen dan tenaga kependidikan yang sehat tentunya akan menampilkan performa yang luar biasa dalam melaksanakan tri dharma perguruan tinggi, baik itu pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk terus mendukung program-program kesehatan dari universitas,” ujarnya, mengutip pernyataan serupa dari Dekan Fakultas Kedokteran UNHAS tentang pentingnya kesehatan dosen bagi kualitas kerja .
Salah satu tenaga kependidikan FFUH yang turut serta dalam MCU mengaku merasa terbantu dengan adanya program ini. “Pemeriksaannya lengkap, dari fisik hingga psikologis. Terlebih ada tes MMPI yang merupakan pengalaman baru dan menarik bagi saya. Ini penting untuk mendeteksi stres atau kelelahan akibat pekerjaan,” ungkapnya, mencontohkan kesan peserta MCU dari fakultas lain.
Program “Unhas Sehat” sendiri merupakan program rutin yang dilaksanakan Rektor UNHAS, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. Beliau menegaskan bahwa kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan adalah prioritas universitas. Rumah Sakit UNHAS melalui unit Medical Check Up-nya menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan yang menyeluruh dengan tim medis terlatih dan peralatan canggih .
Melalui partisipasi aktif dalam MCU rutin ini, Fakultas Farmasi UNHAS berharap seluruh dosen dan staf dapat terus menjaga kondisi kesehatannya sehingga mampu memberikan kontribusi optimal bagi pengembangan fakultas dan universitas. Ke depan, program serupa diharapkan dapat terus berjalan rutin dan berkelanjutan di berbagai unit kerja di lingkungan UNHAS.


