Dosen Farmasi UiTM Bawakan Kuliah Tamu bagi Mahasiswa S2 dan S3 UNHAS tentang Riset di Tingkat Pascasarjana

Makassar, 29 September 2025 – Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin (FF UNHAS) menggelar kuliah tamu khusus bagi mahasiswa program Magister (S2) dan Doktor (S3) dengan menghadirkan Dr. Norkasihan Ibrahim, Principal Lecturer dan Deputy Dean of Industry, Community & Alumni Network (ICAN) dari Fakultas Farmasi Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia. Kegiatan ini diselenggarakan pada pukul 09:00 WITA di FF UNHAS, Kampus Tamalanrea, Makassar, dan diikuti oleh sekitar 50 mahasiswa pascasarjana.

Dr. Norkasihan membawakan topik tentang Riset di tingkat pascasarjana. Kuliah tamu ini merupakan bagian dari kerja sama berkelanjutan antara FF UNHAS dan UiTM, yang baru-baru ini memperpanjang Memorandum of Understanding (MoU) untuk memperkuat kolaborasi akademik dan penelitian. Dengan pengalaman 18 tahun sebagai renal pharmacist di Kementerian Kesihatan Malaysia sebelum bergabung dengan UiTM pada 2020, Dr. Norkasihan berbagi wawasan tentang riset berbasis evidence yang menghubungkan penelitian dengan praktik klinis, termasuk pengembangan layanan farmasi renal dan keamanan obat.

Dalam sesinya, Dr. Norkasihan menekankan pentingnya riset pascasarjana yang berorientasi pada manfaat kepada masyarakat. “Mahasiswa pascasarjana harus mampu menerapkan pendekatan translasional untuk menghasilkan dampak nyata di industri dan masyarakat, seperti dalam program edukasi pra-dialisis nasional atau pengelolaan obat yang baik,” ujarnya, sambil berbagi pengalamannya dalam membimbing mahasiswa di tingkat pascasarjana.

Dekan FF UNHAS, Abdul Rahim, S.Si, M.Si, PhD, Apt., menyambut baik kegiatan ini sebagai wujud komitmen fakultas dalam meningkatkan kualitas riset mahasiswa pascasarjana. “Kuliah tamu dari Dr. Norkasihan memberikan wawasan mutakhir dari perspektif farmasi klinis UiTM, yang selaras dengan visi UNHAS sebagai universitas berbasis riset. Ini juga memperkuat jaringan kami di ASEAN,” katanya.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab dan diskusi kelompok, di mana mahasiswa berkesempatan menggali lebih dalam tentang metode riset, peluang kolaborasi lintas negara, dan inisiatif seperti Malaysian Adverse Drug Reactions Advisory Committee.